Diduga Kontrakan Dijadikan Tempat Prostitusi Open B.O di Kampung Kirab

Diduga Kontrakan Dijadikan Tempat Prostitusi Open B.O di Kampung Kirab

Mediacyberbhayangkara.com – Cileungsi – Bogor – Banyaknya praktek prostitusi dengan berbagai modus, salah satunya kontrakan yang diduga dijadikan tempat esek-esek prostitusi open B.O para lelaki hidung belang, tepatnya dibelakang warung dewa dewa kampung kirab RT/ RW 04/04 Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi Kabupaten Bogor, Rabu (09/08/2023).

Kontrakan yang berdiri bebas di atas lahan pemerintah ini, sangat luput dan tidak pernah tersentuh dari aparat penegak hukum dan pemerintah setempat, karena kontrakan tersebut tersembunyi, nampak terlihat dari jalan raya hanya pintu gerbangnya saja, tak disangka dibelakang warung tersebut ternyata diduga tempat prostitusi.

Rumah yang dikontrak tersebut berubah fungsi, bukannya untuk tempat tinggal, namun dimanfaatkan untuk praktik prostitusi.

Tempat praktek pekerja seks komersial (PSK) kini makin dekat dengan rumah warga dilingkungan perkampungan dan gang gang sempit, jika sebelum nya PSK menggunakan hotel sampai apartemen sebagai lokasi transaksi, kini banyak PSK yang ditemukan dirumah kontrakan dipinggiran jalan raya narogong, banyak pula warung warung yang berkedok panti pijat.

Kontrakan jadi pilihan tempat Open BO (Booking Out) karena selain harga sewa yang murah, keamanan para cewek Open BO juga lebih aman dibanding hotel yang kerap dilakukan razia, terpantau awak media Selasa (08/08/2023) satu kontrakan banyak cewe open BO.

SH tokoh masyarakat Desa Dayeuh mengatakan, “semua bangunan yang berdiri diatas lahan PU, salah satunya ya kontrakan ini, “Setahu saya kontrakan tersebut diisi oleh para wanita, dan sering keluar masuk para lelaki,” ucapnya kepada awak media.

Lanjut menambahkan SH, ” Kami warga Desa Dayeuh meminta agar pemerintah setempat segera menindak dan mendata apakah para penghuni kontrakan benar berstatus suami istri atau bukan, karena lokasi kontrakan berada dilingkungan pemukiman warga, dan kami sebagai warga merasa keberatan dengan adanya diduga kontrakan dijadikan tempat prostitusi, karena dari dahulu desa Dayeuh bersih, dari tempat maksiat, diharapkan kepada aparat penegak hukum (APH) segera bertindak, “tutupnya.

Sampai berita ini di terbitkan awak media mencoba konfirmasi via whatsapp kepada pemilik kontrakan, dan kepada (KV) Pengasuh cewe cewe open BO, namun belum bisa dihubungi.

Kabiro Sulaeman

Tinggalkan Balasan