13 views
Detasemen Jala Mangkara: Pasukan “Hantu Laut” dengan Kemampuan 1 Personel Setara 120 Prajurit TNI Biasa

Detasemen Jala Mangkara: Pasukan “Hantu Laut” dengan Kemampuan 1 Personel Setara 120 Prajurit TNI Biasa

mediacyberbhayangkara.com – Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) memiliki pasukan elite mematikan. Prajurit pilihan yang sengaja dibentuk untuk menjadi pasukan khusus, yakni Detasemen Jalamangkara atau Denjaka.

Pasukan berjuluk “hantu laut” itu dibentuk pada 13 November 1984. Pembentukannya berangkat dari kebutuhan satuan khusus untuk mengatasi ancaman aspek laut. Tugas pokoknya melaksanakan pembinaan kemampuan dan kekuatan dalam rangka operasi antiteror, antisabotase dan klandesten aspek laut.

Dirangkum dari berbagai sumber, untuk menjadi Denjaka, calon anggota dituntut memiliki IQ tinggi. Selama pendidikan, pemberian pendidikan teori di kelas hanya 20%, selebihnya 80% adalah praktik di lapangan.

Latihan yang dilakukan juga tak sembarangan, mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak dengan lincah di laut dengan daya tahan tinggi, serta survive di darat. Dalam latihan, calon anggota Denjaka “dibuang” ke laut ganas dalam keadaan tangan dan kaki terikat. Mereka diuji untuk mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri.

Bukan hanya di laut, mereka juga ditempa latihan di darat. Hanya bermodal garam calon prajurit Denjaka dilepas di hutan dan harus mampu bertahan hidup selama berhari-hari. Mereka harus bisa memanfaatkan sumber daya yang ada di hutan, bahkan untuk bertahan mereka harus makan binatang yang ada di hutan, seperti ular.

Selain itu, mereka juga dilatih kemampuan tempur di udara. Mereka harus terjun dari pesawat dari ketinggian yang sulit terdeteksi musuh. Kemampuan itu diperlukan Denjaka untuk mencapai target musuh jika jalur darat dan laut tak memungkinkan.

Dengan latihan yang keras, Denjaka terbentuk sebagai pasukan yang mematikan dengan kemampuan menembak, lari, berenang, penerjunan, bela diri, penguasaan taktis dan teknik penetrasi rahasia di darat, laut dan udara.

Dari ratusan orang yang mendaftar Denjaka, tak heran hanya sekitar 50 orang bisa lolos. Kemampuan seorang personel Denjaka disebut-sebut setara dengan 120 prajurit TNI biasa.

Rekrutmen anggota pasukan elit Denjaka, calon harus sudah terlatih dari Batalion Intai Amfibi (Yontaifib) kesatuan elit dari Marinir dan Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI-AL.

Aktivitas Denjaka bersifat rahasia. Untuk menunjang kemampuannya, prajurit Denjaka dibekali submachine gun MP5, CZ-58, HK PSG1, pistol Baretta, Daewoo K7, HK416, M4, SIG Sauer 9 mm, senapan mesin Minimi M60, Daewoo K3, senapan serbu G36, dan HK P30, Pindad SS-

Red. MCB

Tinggalkan Balasan