Bukan Sekadar Produksi, PHI Cetak Lompatan Cadangan Migas 193 Persen di Atas Target

Bukan Sekadar Produksi, PHI Cetak Lompatan Cadangan Migas 193 Persen di Atas Target

Mediacyberbhayangkara.com – Tangerang – Kamis 4/6/2026, Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatatkan capaian strategis berupa penambahan cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target perusahaan sepanjang tahun 2025. Pencapaian tersebut dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di masa mendatang.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, kamis. (4/6/2026), PHI melaporkan keberhasilan menambah cadangan migas terbukti (1P) lebih dari 70 juta barel setara minyak atau mencapai sekitar 193 persen dari target RKAP 2025.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa upaya eksplorasi dan pengembangan lapangan migas yang dilakukan PHI di wilayah Kalimantan mulai memberikan hasil signifikan. Selain mendukung keberlangsungan produksi, penambahan cadangan menjadi indikator penting dalam menjaga pasokan energi nasional dalam jangka panjang.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menjelaskan bahwa investasi berkelanjutan pada sektor hulu migas menjadi strategi utama perusahaan untuk memastikan keberlangsungan produksi energi nasional. Menurutnya, PHI terus mengembangkan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap target produksi migas nasional.

“Keberlanjutan produksi tidak hanya bergantung pada kemampuan mempertahankan lapangan eksisting, tetapi juga pada keberhasilan menemukan dan mengembangkan cadangan baru yang dapat diproduksikan di masa depan,” ujarnya.

Sepanjang lima tahun terakhir, PHI tercatat telah melakukan pengeboran 13 sumur eksplorasi dan 517 sumur pengembangan. Pada tahun 2025 saja, perusahaan menyelesaikan pengeboran 146 sumur pengembangan, 619 kegiatan workover, serta 9.783 kegiatan well service guna menjaga produktivitas lapangan migas yang dikelolanya.

Keberhasilan tersebut turut berdampak pada peningkatan realisasi produksi migas perusahaan. Rata-rata produksi minyak PHI selama 2025 mencapai 44,42 ribu barel per hari atau 107,29 persen dari target RKAP. Sementara produksi gas tercatat mencapai 536,72 MMSCFD atau sekitar 101,34 persen dari target yang telah ditetapkan.

Pencapaian produksi di atas target ini menjadi catatan penting karena merupakan keberhasilan pertama dalam lima tahun terakhir bagi PHI. Kondisi tersebut menunjukkan efektivitas strategi investasi selektif, optimalisasi produksi, serta inovasi operasi yang diterapkan perusahaan.
Selain aspek produksi dan cadangan, PHI juga menunjukkan komitmennya terhadap operasi berkelanjutan. Perusahaan berhasil mendukung pengurangan emisi karbon lebih dari 215 kiloton sepanjang 2025, sekaligus mencatatkan lebih dari 32 juta jam kerja selamat dengan tingkat keselamatan kerja yang berada di bawah batas toleransi industri.
Pemegang saham mayoritas melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memberikan apresiasi terhadap kinerja PHI yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara peningkatan produksi, efisiensi biaya operasi, keselamatan kerja, serta keberlanjutan lingkungan.
Ke depan, PHI akan terus memperkuat investasi dan pengembangan wilayah kerja migas di Kalimantan guna mendukung program ketahanan energi nasional sekaligus memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan sektor industri.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI saat ini mengelola operasi hulu migas di Regional Kalimantan yang mencakup Zona 8, Zona 9, dan Zona 10 dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam setiap aktivitas bisnisnya.
Penutup

Erick. H.

Tinggalkan Balasan