mediacyberbhayangkara.com -Cililitan – Saat ditemui Dokter Louisa A. Langi.,MSi,MA menceritakan kisahnya bagaimana dirinya sebagai utusan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kristen Indonesia bersama seorang Pengusaha dan Pilot, atas nama Yayasan Rotary menuju lokasi kehancuran di NTT akibat terjangan Badai Seroja, kata dr Louisa yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan 3 di kantornya, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Indonesia, Senin (16/8/2021)
Saat mendengar telah terjadi bencana alam Badai Seroja pada tanggal 4 April 2021, yang meluluh lantakkan beberapa desa wilayah di NTT, katanya dirinya selain bersama teman2 Rotary, LPPM mengirimkan juga ke NTT para Mahasiswa UKI putra daerah NTT yang menamakan Flobamora, untuk terjun membantu masyarakat yang terdampak akibat bencana alam tersebut, ungkapnya.
Ada delapan putra daerah NTT yang ikut Saya terjun membantu masyarakat disana yaitu Ernes Willyams Tangadang (FEB), Yandri Kurniawati Pingge (FISIPOL), Bruno Kono Bria (VOKASI), Dony Namang (F.S), Mercy Laubase (FISIPOL), Ramos Ria Kai (F.KIP), Benyamin Sonbay (VOKASI) dan Alex Mardin (FT), ungkap dr Louisa

Dari Rotary, Kapten Pilot Ricoseta Mafella dan Pengusaha Pp Kenny Kusumo dan saya sendiri dr Louisa A. Langi selain sebagai dosen FKUKI juga sebagai past Presiden Rotary.
Saat pelayanan di Malaka, pulau Allor dan Pulau Pantar dari PDGBI ikut bergabung Dr. Anse Diana Valentiene Messah,SpRad(K)
Kebutuhan awal masa darurat adalah sembako diturunkan kelokasi dengan bantuan helicopter oleh capten Ricoseta, Pengobatan pasien-pasien yang terluka oleh dr Louisa. Setidaknya ada 10 kabupaten yang terdampak dikunjungi oleh team LPPM UKI dan Rotary. antara lain masyarakat di Timor Tengah Selatan, desa-desa di Kabupaten Malaka, Pulau Allor, Pulau Pantar,Pulau sabu, Pulau Rote, dll
Sampai saat ini telah empat setengah bulan kami melakukan pelayanan disana.
Kini Yayasan JCDC Pimpinan Capten Ricoseta Mafella kerjasama dgn Rotary, PD Alumni UKI dan teman-teman2 di NTT ( bpk Sandy dan istri, bpk Charly dan istri Melinda, ibu Lena P dll) terus melayani disana.
Pelayanan saat ini
di prioritaskan memberikan bantuan galian air dan lampu solar panel disetiap rumah.
Di Desa Nekemunifeto TTS sekitar 150 rumah telah dibantu panel solar, juga desa Basmuti, Moleum Olais dll, hampir semua rumah sudah memperoleh solar panel.
Selain pengeboran air, pemasangan panel solar bantuan pertanian, peternakan, perikanan, pendidikan. Dan rencana intervensi anak-anak stanting yg diperkirakan naik, menjadi 47 % saat pandemi covid 19 ditambah pasca badai cyclon ini. Stanting pada balita ini bila tidak ditangani akan menjadi generasi yang hilang.
Disini saya berharap dan menghimbau rekan-rekan dokter lainnya dan para pengusaha serta seluruh elemen masyarakat yang mampu, agar ikut andil dalam membantu masyarakat disana-NTT.
Dokter Louisa berpesan juga agar seluruh rekan-rekan dokter tetap semangat dalam melaksanakan ptugasnya pada masa Pandemi Covid-19 ini, dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat.

Walaupun sejak Covid-19 melanda telah banyak rekan-rekan dokter yang telah meninggal dalam melaksanakan tugasnya, pesannya.
Saat inipun dr Louisa giat dalam pelaksanaan vaksin di DKI dan sekitarnya. Program vaksin ini sesuai program pemerintah. Bagi dr Louisa bila masyarakat semua divaksin paling tidak sesuai target pemerintah maka angka kesakitan covid 19 turun, harapannya juga korban dari Nakes sudah tidak ada lagi.
Mengakhiri kisahnya dokter Louisa juga berharap di hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia Ke-76 ini warga Indonesia sudah dapat meraih Herd Immunty dan Pandemi Covid-19 cepat berakhir, Dirgahayu Republik Indonesia ke 76, Merdeka, pungkasnya
Selama pelayanan di Pulau Allor ditemani oleh istri Bupati Allor .
Dr Anse, istri Bupati Allor, dan seorang pasien saat istirahat setelah pengobatan sampai tengah malam didesa Lipan, tempat korban terbanyak.
(Redaksi)
