Mediacyberbhayangkara.com, 24 Juli 2026 – Di tengah riuhnya dinamika kehidupan berbangsa yang kerap diwarnai perbedaan dan persaingan, hadir sosok yang senantiasa menegaskan satu prinsip mulia: “Persaudaraan itu di atas segala kepentingan.” Kalimat ini bukan sekadar ungkapan manis, melainkan cerminan hidup dan pedoman kerja yang dipegang teguh oleh Achmad Daroni ST, Sekretaris Jenderal Laskar Sangidu Putih.
Sebagai pemimpin organisasi kemasyarakatan yang berakar kuat di wilayah Jakarta, Achmad Daroni dikenal bukan lewat kata-kata yang berlebihan, melainkan lewat langkah nyata. Ia meyakini bahwa selama kita masih menjaga tali persaudaraan yang tulus, sekat-sekat perbedaan asal-usul, latar belakang, maupun kepentingan sesaat akan mampu dijembatani demi tujuan yang lebih besar: persatuan dan kesejahteraan bersama.
Menempatkan Sesama Sebagai Saudara, Bukan Lawan
Dalam setiap kesempatan, baik saat memimpin rapat internal, bersilaturahmi dengan elemen masyarakat lain, maupun menghadiri acara kenegaraan dan pelantikan organisasi mitra, Achmad Daroni selalu mengingatkan agar setiap langkah senantiasa berlandaskan kebersamaan.
“Kepentingan pribadi, golongan, maupun kelompok boleh saja ada, namun jangan pernah sampai mengorbankan ikatan persaudaraan yang sudah terjalin. Karena saat persaudaraan hancur, maka keuntungan apa pun yang diraih tak akan berarti dan tak akan bertahan lama,” tegasnya.
Prinsip ini pula yang mendorongnya untuk terus membuka ruang kerja sama dengan berbagai elemen bangsa, mulai dari ormas, tokoh agama, hingga aparat penegak hukum. Bagi Achmad Daroni, menjaga kerukunan berarti pula turut serta menjaga kondusivitas wilayah, membantu kelancaran program pemerintah, serta memastikan manfaat kebaikan sampai ke lapisan masyarakat yang paling membutuhkan.
Bukti Nyata dalam Pengabdian
Semangat persaudaraan yang diusungnya terlihat jelas dalam berbagai kegiatan yang dipimpin Laskar Sangidu Putih: mulai dari bakti sosial, pembagian santunan, penyaluran bantuan bencana, hingga dukungan terhadap upaya penertiban peredaran barang berbahaya demi keselamatan warga. Ia selalu menekankan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk saling menguatkan, saling menjaga, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
“Kita mungkin berbeda cara pandang, berbeda latar belakang, namun kita semua saudara sebangsa dan setanah air. Jika kita bersatu dengan hati yang tulus, tak ada tantangan yang tak dapat kita hadapi bersama,” ujar Achmad Daroni ST.
Ketekunan Achmad Daroni dalam mengedepankan persaudaraan patut menjadi teladan bagi pemuda dan seluruh elemen masyarakat. Di era yang sering kali mementingkan diri sendiri, sosoknya mengingatkan kembali pada hakikat hidup berkelompok: kekuatan sejati terletak pada persatuan, dan persatuan hanya akan kokoh jika dibangun di atas persaudaraan yang tulus tanpa pamrih.
Semoga prinsip mulia ini senantiasa terjaga dan terus diwariskan, agar Indonesia tetap berdiri tegak dalam damai, rukun, dan sejahtera.
H.Amri
