Tim Gegana Polda Metro Jaya bersama Polsek, Koramil dan Pemerintahan Setempat Olah TKP Terkait Ledakan Bom yang Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Tim Gegana Polda Metro Jaya bersama Polsek, Koramil dan Pemerintahan Setempat Olah TKP Terkait Ledakan Bom yang Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Mediacyberbhayangkara.com – Bekasi – Telah terjadinya Ledakan diduga berasal dari Amunisi/Mortir Aktif yang Mengakibatkan Satu Orang Masyarakat Meninggal Dunia sekitar pukul 15.00-18.00 WIB, bertempat di Kp.Ujung Harapan RT 01 RW 02, Kel. Bahagia, Kec. Babelan, Kab. Bekasi, pada minggu sore tanggal 23/11/2025.

menurut saksi (SY) mengatakan ‘” Sekira pukul 14.50 WIB, korban (HTL)  yang bekerja sebagai pengepul barang bekas sedang memotong sebuah benda diduga amunisi/mortir aktif menggunakan alat gerinda. Berdasarkan bentuk fisik, diperkirakan kaliber 57, sekitar pukul 15.00 WIB, saat proses pemotongan berlangsung, benda diduga mortir tersebut meledak, dan menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian,” katanya.

Saat ini Tim gegana polda metro jaya berkoordinasi dengan aparat kewilayahan Koramil, Polsek, dan Pemerintah Setempat guna pengamanan area, dan pengumpulan data korban, saksi, Melakukan identifikasi awal terhadap bentuk fisik benda diduga amunisi/mortir yang meledak, sekaligus menghimpun informasi mengenai aktivitas korban sebagai pengepul barang rongsok serta Mengamankan radius lokasi guna mencegah masyarakat mendekat dan menghindari risiko ledakan susulan apabila terdapat benda berbahaya lainnya.

Tim Gegana Polda Metro Jaya terus melakukan olah TKP pemeriksaan lanjutan terkait jenis amunisi, sumber, serta kemungkinan temuan tambahan.

Tuk penyelidikan lebih lanjut Tim Gegana Polda Metro jaya masih mendalami Kejadian ini mengindikasikan masih adanya peredaran atau temuan sisa amunisi/mortir yang berpotensi ditemukan masyarakat, khususnya oleh pelaku usaha barang rongsokan, sehingga berisiko menimbulkan korban jiwa. Pihak Keluarga dan para saksi tidak mengetahui asal-usul benda diduga amunisi/mortir tersebut, serta dari mana korban mendapatkannya.

saat ini diperlukan pendalaman terhadap asal usul barang, termasuk kemungkinan bahwa amunisi/mortir tersebut berasal dari mana apakah Sisa latihan satuan tertentu, atau Sisa konflik masa lalu, ataunarang temuan dari lokasi tidak resmi yang kemudian masuk ke jalur rongsok.

Tim Gegana Polda metro jaya menghimbau dilakukan koordinasi dengan satuan kewilayahan, Polri, serta aparat desa setempat untuk Melakukan  sosialisasi kepada pengepul barang bekas, guna menginventarisir potensi peredaran benda berbahaya di wilayah, dan Mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sadewa

Tinggalkan Balasan