Mediacyberbhayangkara.Com
Ciamis, Jabar – Bertempat di Aula Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH)Kabupaten Ciamis dilaksanakan penyerahan Penghargaan dan Apersiasi berupa Trofi, Plakat, Piagam Penghargaan, Uang Pembinaan, Alat Penunjang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Biopori, Keranjang Sedekah Sampah Pot Bunga, Tempat Sampah) dan Bibit Tanaman.
Penghargaan tersebut diberikan kepada 33 Sekolah dari mulai tingkat Sekolah Dasar, Madrasah Ibtidaiyah, SMP, MTS, SMK dan SMA, yang ada di Kabupaten Ciamis, Kamis(15/6/2023).
Hadir dalam kesempatan tersebut, kepala DPRKPLH Ciamis Dr. H. Taufik Gumilar ST. MM, Perwakilan Dinas Pendidikan, Kemenag Ciamis, KCD Pendidikan Wilayah XIII Provinsi Jabar, Ketua DPW HPI Ciamis, Unsur Akademisi, Tim Pembina dan Penilai Tingkat Kab.Ciamis, 33 Penerima predikat Adiwiyata dan Lsm pencinta Lingkungan Hidup.

Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis Dr.Taufik Gumilar melalui Kepala Bidang PPKLH Deasy Ariyanto,S.T.,MM,mengatakan.Kegiatan ini merupakan puncak dan akhir dari penilaian Sekolah Adiwiyata yang dilakukan oleh Tim Pembina dan Penilai tingkat Kabupaten Ciamis, dan pada hari ini merupakan bentuk apresisi kepada mereka yang meraih predikat Adiwiyata serta dilaksanakan penyerahan penghargaan dan secara resmi sekolah tersebut menyandang sebagai Sekolah Adiwiyata.
“Perjalanan yang cukup panjang dalam proses penilaian ini sekarang sudah mencapai puncaknya, dimana 33 sekolah untuk semua jenjang pendidikan yang ada di kabupaten Ciamis untuk tahun 2023 telah terpilih dan resmi menyandang predikat sebagai sekolah Adiwiyata,” ujarnya.
Deasy menegaskan, dalam penilaian sekolah Adiwiyata ini tidak ada perbedaan jenjang pendidikan, karakteristik dan kriteria untuk semua jenjang pendidikan sama, bahkan tidak ada yang namanya sekolah Adiwiyata terbaik dalam setiap jenjang pendidikan.
“Masih perlunya sosialisasi yang menyeluruh dan massif untuk mengedukasi kepada setiap sekolah yang ada di Ciamis supaya bisa menjadi sekolah Adiwiyata, karena bisa di lihat dari hasil penilaian tahun sekarang, masih didominasi beberapa kecamatan saja tetapi masih ada kecamatan di Ciamis yang saat ini belum ada yang menjadi sekolah Adiwiyata,” paparnya.
“Sejatinya, dengan dibentuknya sekolah Adiwiyata, itu untuk membentuk karakter sekolah supaya lebih mencintai lingkungan hidup, mulai dari Guru, Siswa dan jajaran pengurus di sekolah mempunyai karakter yang kuat tentang bagaimana menjaga lingkungan hidup kita supaya lebih bersih dan sehat,” ungkapnya.
Dia berharap, semoga di tahun 2024 nanti akan lebih banyak lagi sekolah yang menyandang predikat sebagai sekolah Adiwiyata, supaya bisa menanamkan rasa cinta yang lebih kepada lingkungan hidup yang dimulai dari lingkungan sekolah.
“Bukan hanya di Sekolah tetapi bisa terbawa dalam kehidupan sehari hari, baik di keluarga maupun lingkungan, sehingga akan tercipta lingkungan yang bersih serta sehat,” tandasnya.

Sementara Kepala Sekolah SMPN 2 Cikoneng disela kegiatannya saat diwawancarai awak media mengatakan.
Ia mengucap syukur Alhamdulillah bahwa sekolahnya berhasil mendapatkan penghargaan predikat Sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Ciamis. Perjalanan yang sangat panjang serta penuh perjuangan untuk meraih Adiwiyata, tentunya ini tidak bisa berdiri sendiri dilaksanakan tanpa peran pihak sekolah, siswa dan orang tua dan tentunya para pembimbing dari pihak kabupaten.
Ia mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Ciamis, Bapak Kadis Pendidiakn dan Bapak Kadis DPRKPLH Ciamis yang telah memberikan penghargaan yang sangat luar biasa bagi sekolah yang dipimpinnya.
“Dengan Predikat yang diraih SMPN 2 Cikoneng Sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten, semoga dapat mempertahankan dan lebih meningkatkan kembali prestasi tersebut,” singkatnya.
Muhamad Rifai
