Siswa SDN 1 Manonjaya menjadi Korban Penipuan Modus Razia Perhiasan di Sekolah

Siswa SDN 1 Manonjaya menjadi Korban Penipuan Modus Razia Perhiasan di Sekolah

Mediacyberbayangkara.com

Kab Tasik,Jabar – Dugaan Kasus penipuan dengan modus razia perhiasan terjadi di beberapa sekolah dasar di Tasikmalaya. Pelaku yang berpakaian rapi dengan batik, memakai kacamata, dan bersepatu itu mengaku sebagai guru baru serta meminta siswa menyerahkan perhiasan mereka dengan alasan razia dari kepolisian. Kejadian ini terjadi di SDN 1 Manonjaya.Selasa (11/02/2025).

Peristiwa di SDN 1 Manonjaya terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, saat sebagian siswa baru tiba di sekolah. Pelaku berhasil mengambil dua kalung emas dari siswi kelas 3.dengan adanya kejadian tersebut pihak sekolah segera melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib. Tiga personel dari Polsek Manonjaya telah mendatangi lokasi untuk mengecek CCTV dan melakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Saat ditemui oleh awak media Cyberbayangkara.com.perwakilan guru SDN 1 Manonjaya ibu Yuli,mengatakan,
“Kami awalnya mengira dia adalah orang tua murid yang mengantar anaknya ke sekolah. Beberapa orang tua bahkan mengira dia guru baru karena penampilannya yang rapi dan meyakinkan,” ujar salah satu guru SDN 1 Manonjaya

Menanggapi kejadian ini, pihak sekolah segera mengambil langkah pencegahan.

“Kami mengimbau kepada para orang tua agar anak-anak tidak mengenakan perhiasan mencolok saat ke sekolah. Perhiasan sebaiknya hanya dipakai saat acara keluarga dengan pengawasan orang tua,” kata perwakilan sekolah.

Sebagai upaya pencegahan, pihak sekolah juga memperketat keamanan dengan membatasi akses masuk ke dalam lingkungan sekolah.

“Gerbang sekolah akan dikunci dan hanya ada satu jalur masuk yang dapat dipantau. Selain itu, orang tua yang mengantar anaknya, terutama kelas 1 dan 2, hanya diperbolehkan sampai gerbang. Selanjutnya, guru yang akan mengantar mereka ke kelas,” jelas pihak sekolah setelah melakukan rapat dengan komite.

Selain itu, siswa juga telah diberikan edukasi untuk tidak mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai guru baru atau memiliki alasan tertentu untuk meminta barang berharga.

“Kami sudah mengumpulkan anak-anak dan mengingatkan mereka bahwa jika ada orang asing yang mengaku sebagai guru atau petugas, mereka harus memastikan orang tersebut diperkenalkan langsung oleh guru atau kepala sekolah,” tambahnya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Masyarakat dan pihak sekolah diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan kejadian serupa.**

*Heni Nurhaeni

Tinggalkan Balasan