Pustu Nasol Memprihatinkan, Warga Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Pustu Nasol Memprihatinkan, Warga Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Mediacyberbhayangkara.com

Ciamis, Jabar — Memperoleh layanan kesehatan merupakan hak setiap warga negara, dan pemerintah wajib memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak. Pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas utama, begitu pula Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah Gubernur KDM yang aktif turun langsung mengecek fasilitas kesehatan di lapangan.

Di tingkat daerah, Bupati Ciamis H. Herdiat Sunarya juga kerap meninjau pelayanan kesehatan, baik di puskesmas maupun rumah sakit, dengan harapan tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait layanan yang lambat ataupun tidak maksimal.

Namun demikian, sarana dan prasarana penunjang kesehatan masih menjadi persoalan serius, terutama di fasilitas kesehatan tingkat desa. Pusat Pelayanan Terpadu (Pustu) Desa Nasol menjadi salah satu contoh kondisi yang sangat memprihatinkan.

Desa Nasol memiliki luas wilayah 706 hektare, terdiri dari 10 dusun, 22 RW, dan 58 RT, dengan jumlah penduduk 8.179 jiwa dan 2.728 KK. Namun, fasilitas Pustu sebagai ujung tombak layanan kesehatan justru mengalami kerusakan parah.

Kepala Pustu Nasol, Dian Herdiana, saat ditemui awak media Selasa (17/11/2025), membenarkan kondisi bangunan yang kian memprihatinkan, terlebih memasuki musim hujan. Atap bangunan bocor di berbagai titik hingga air masuk ke ruang pelayanan.

“Banyak warga mengeluhkan kondisi sarpras ini karena dikhawatirkan ambruk. Kami sudah melaporkan sejak lama, bahkan sebelum saya bertugas di sini, laporan sudah masuk ke Puskesmas Mandalika Cikoneng dan Dinas Kesehatan. Namun hingga kini belum ada perbaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat hujan deras, ruang pelayanan tergenang air sehingga membahayakan petugas dan masyarakat. Pintu utama bahkan terpaksa ditutup karena atap dan genteng sudah tidak layak, demi menghindari risiko kecelakaan.

Akibat kondisi tersebut, warga yang membutuhkan pelayanan terpaksa pergi ke Puskesmas Mandalika atau ke rumah sakit yang jaraknya lebih jauh.

Sejumlah warga menyampaikan keluhan dan harapan agar pemerintah segera turun tangan. Enok (54), warga Nasol, merasa khawatir ketika memeriksakan kesehatan karena takut bangunan ambruk saat hujan.

Hal senada disampaikan Dimas (35), warga lainnya. Ia meminta Dinas Kesehatan dan DPRD, khususnya Komisi IV, menindaklanjuti laporan warga.

“Jangan sampai laporan masyarakat dianggap hoaks. Turun langsung ke lapangan, lihat kondisinya. Kesehatan itu perintah wajib dari pusat. Jangan menunggu viral baru bergerak,” tegasnya.***

Tinggalkan Balasan