Pasukan Pengaman Ibukota Jaya Sakti Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila

Pasukan Pengaman Ibukota Jaya Sakti Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila

mediacyberbhayangkara.com – Kodam Jaya – Jakarta – Sebagai wujud penghargaan atas lahirnya Dasar Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila, Prajurit Pengaman Ibukota Jaya Sakti menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila dan bertindak sebagai inspektur upacara Letkol Inf Dwison Evianto, Danbrigif Mekanis 1 PIK/JS, Kamis (01/05/2023).

Disampaikan secara langsung amanat Panglima TNI oleh Danbrigif Mekanis 1 PIK/JS bahwa Pancasila merupakan Dasar Negara serta landasan ideologi bagi Bangsa Indonesia. Setiap nilai luhur yang terkandung di dalamnya telah
menjadi dasar hidup bernegara sejak konsep Pancasila diperkenalkan oleh Soekarno pada 1 Juni

  1. Setelah melalui proses diskusi yang
    mendalam, para Founding Fathers selanjutnya
    menyetujui Pancasila sebagai Dasar Negara yang sah serta dicantumkan dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

Peringatan hari lahir Pancasila merupakan momen untuk mengenang, menghormati, sekaligus
menghargai perjuangan pendiri bangsa dalam
merumuskan dasar negara Indonesia. Kita sebagai
generasi penerus bangsa harus dapat memaknai
Pancasila sebagai Dasar Negara dan sebagai landasan berperilaku dalam kehidupan
bermasyarakat,” ungkapnya.

“Sebagai prajurit TNI, kita harus meyakini
bahwa Pancasila adalah alat pemersatu bangsa yang harus kita jaga sampai titik darah penghabisan. Berkat Pancasila yang memiliki nilai-nilai inklusivitas,
toleransi dan gotong royong, maka keberagaman
yang ada di Nusantara telah dapat dirajut menjadi
identitas Nasional Bhinneka Tunggal Ika.”

Tema peringatan hari lahir Pancasila kali ini juga sangat relevan dengan tantangan dan situasi yang sedang dihadapi oleh segenap Bangsa Indonesia yakni “Gotong royong membangun
peradaban dan pertumbuhan Global.” Tema ini merupakan pengingat bagi kita semua betapa
pentingnya semangat gotong royong untuk memajukan bangsa. Sejarah telah mencatat dan membuktikan bahwa seluruh permasalahan yang dihadapi oleh bangsa dapat dihadapi dan diselesaikan jika segenap komponen bangsa saling
bergotong-royong dan bersatu padu.”

“Banyak sekali upaya sistematis dan terus-menerus yang dilaksanakan oleh para oknum untuk menggerus nilai-nilai Pancasila Fenomena intoleransi dan polarisasi di tengah
masyarakat terus mengemuka. Selain itu perbedaan Suku, Agama, Ras dan Golongan juga terus diangkat
guna memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
Oleh karena itu, pada kesempatan yang baik ini saya ingin berpesan kepada para prajurit sekalian untuk selalu menjaga dan melestarikan nilai-nilai Pancasila.”

Panglima TNI juga menekankan
: “TNI adalah Garda terdepan dan menjadi benteng terakhir NKRI yang berdasarkan Pancasila
dan UUD 1945. Pegang teguh sumpah dan janji, untuk selalu setia kepada NKRI. Jangan terpengaruh dengan upaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Terlebih saat ini tahapan Pemilihan Umum serentak telah dimulai, untuk itu kita semua untuk tetap menjaga Netralitas TNI. Kita juga harus menjaga perekat dan pemersatu bangsa dengan upaya nyata di lapangan. Tonjolkan persamaan dan kesampingkan perbedaan dalam kehidupan kita sehari-hari baik dalam kedinasan maupun ketika kita berbaur dengan masyarakat.
Jaga terus Sinergitas TNI dengan Polri, Kementerian, serta Lembaga lainnya. Sadari bahwa kita adalah bagian dari sistem yang saling membutuhkan, sehingga diperlukan semangat untuk bekerjasama, bersinergi dan bergotong-royong dalam upaya memajukan bangsa.”

Dalam kesempatan tersebut Danbrigif Mekanis 1 PIK/JS Letkol Inf Dwison Evianto berpesan kepada seluruh Prajurit Pengaman Ibukota Jaya Sakti bahwa kita harus melestarikan semangat Pancasila, sebagai ideologi Negara Republik Indonesia. Semangat Gotong royong merupakan ciri khas bangsa Indonesia sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Bahyu Supriyatna

Tinggalkan Balasan