Mediacyberbhayangkara.com
Tasikmalaya, Jabar – Lomba Tingkat 1 Pramuka Gudep 19.019/19.020 pangkalan SMP 1 Manonjaya tahun 2025 resmi dibuka oleh pembina pramuka H. Supratman. Kegiatan tersebut di mulai tanggal 14-16 Februari 2025 .yang bertempat di Bumi perkemahan pasir pataya Cibeureum Kota Tasikmalaya.Jum’at (14/02/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 309 peserta yang terdiri dari 17 regu putra dan 19 regu putri dengan 21 pembimbing. Berbagai perlombaan disiapkan untuk menguji keterampilan dan wawasan peserta dalam bidang kepramukaan serta pengetahuan umum.
Ketua panitia Ali Mahmud, menyampaikan bahwa ajang ini bertujuan untuk membangun Pramuka penggalang yang mandiri, kreatif, dan berprestasi.
“Target kegiatan ini adalah siswa kelas 8 yang telah dibina selama tiga semester atau 1,5 tahun dalam kegiatan kepramukaan maupun pengetahuan umum,” ujar Ali Mahmud.

Lomba ini mencakup berbagai bidang, mulai dari teknik kepramukaan seperti semaphore, morse, sandi-sandi, hingga lomba berbasis keterampilan seperti pioneering, pemetaan, dan menaksir panorama. Selain itu, ada juga kompetisi seni dan budaya seperti baca puisi, pidato, kaligrafi, Lomba Cerdas Cermat, pentas seni, serta karnaval budaya Nusantara.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahmi antar anggota Pramuka SMP 1 Manonjaya serta evaluasi untuk kegiatan kepramukaan selanjutnya. Tujuannya adalah membentuk karakter Pramuka yang mandiri, kreatif, dan berprestasi dengan berpegang pada Trisatya dan Dasa Darma,” tambah Ali Mahfud.
Meski cuaca hujan sempat menjadi tantangan, Ali Mahfud mengimbau peserta untuk tetap berhati-hati agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sesuai harapan.
Majlis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) H Supratman menambahkan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan secara konsisten, namun baru pertama kali digelar di Bumi Perkemahan Pasir Pataya Cibeureum Kota Tasikmalaya.
“Di tempat ini, peserta bisa menikmati fasilitas perkemahan yang mendukung pembentukan karakter. Melalui kedisiplinan dan kemandirian jauh dari keluarga, kita akan menjadi pribadi yang lebih tangguh,”pungkasnya.**
Jurnalis: Heni Nurhaeni
