Mediacyberbhayangkara.Com
Ciamis, Jabar — Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Propinsi Jawa Barat Cucu Sutara usai melantik pengurus Kadin Kabupaten Ciamis mengatakan.Setelah dilantik menjadi Ketua Kadin Ciamis Priode 2023-2028, Mas Adam dan pengurus lainnya mempunyai tugas besar bagaimana ekonomi di Ciamis bisa bangkit.
Menurut Dia, bangkitnya ekonomi di Ciamis ya bagaimana Kadin Ciamis dapat menjalankan roda organisasi dengan baik sejauh mana bisa melakukan kolaborasi, sinergi yang insklusif dan progesif agar Ciamis menjadi cantik dan lebih bagus.
Kalau Ciamis sudah cantik, mereka bisa berbelanja di Ciamis, PAD di Ciamis dan Devisa ke Ciamis.

Bagaimana caranya, Dia meminta kepada Ketua Kadin terpilih untuk menyatukan kekuatan, samakan kata dengan pemerintah daerah karena kadin merupakan mitra strategis pemerintah.
Kata Dia, pertama yang harus dilakukan oleh Kadin Ciamis yaitu membahas bagaimana membuat Pokjavokasi, bayangkan saja ketika orang datang ke Ciamis tapi tidurnya di daerah lain, belanja pun di daerah lain.Kadin Ciamis pun bagaimana menjadikan UMKM yang besar, mereka belum masuk ke mall-mall belum masuk ke supermarket, bagaimana Ciamis mempunyai tempat conference center, tempat pameran, bagaimana Ciamis mempunya hotel, untuk apa hal tersebut, tujuannya tiada lain agar orang Ciamis dapat menikmatinya di Ciamis
“Masyarakat akan belanja di Ciamis, belanja ke orang Ciamis artinya Ciamis akan bangkit dan untuk pendana, di Ciamis Ada Bank Jabar, ada Bank Mandiri mereka bisa pinjam melalui KUR, mereka bisa memfasilitasi termasuk bagaimana cara pemasaranya,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (7/9/2023).
Menurit Dia, Kadin Ciamis harus membentuk Pokja Investasi, sumber daya manusia, ketika ada Investasi, Ciamis harus sudah siap.
Jangan juga ada investasi di Ciamis, pekerjanya orang luar Ciamis ironis jadi harus orang Ciamis. Ketua kadin Ciamis harus bikin Pokja Investasi dan Vokasi agar sumberdaya manusia antara kebutuhan angkatan kerja dan kebutuhan pekerja akan matching, sehingga investasi masuk, orang Ciamis jadi jaya dan Ciamis bukan jadi penontonton tapi jadi pelaku.
“Tugas tersebut tidaklah mudah, tidak ringan tapi perlu tanggung jawab.Karena Kadin sesuai dengan amanat Undang -Undang 1947 dan Kepres 82 mempunyai tugas khusus bagaimana Kadin bisa memeratakan keadilan di bidang ekonomi.1 bidang Perindustrian, Perdagangan, Investasi, Jasa dan Sumber Daya Manusia,” ujarnya.
Dia menambahkan, melihat potensi-potensi di Ciamis itu ternyata luar biasa.Termasuk pengurus Kadin Ciamis priode 2023-2028 semuanya milenial, gagasan yang original, para pengurusnya kaum milinial dan semangatnya luar biasa.
Dia berkeyakinan, bahwa Kadin Ciamis dibawah kepemimpinan Mas Adam bisa mengkompakan mereka, menyatukan mereka, dalam arti kita bicara soal tujuan pungsi Kadin sebagai mitra strategis dalam bidang perindustrian, perdagangan, Investasi Jasa dan sumber daya manusia.
“Pemerintah telah mengamanatkan kepada siapapun Pemda bahwa berbicara ekonomi secara keseluruhan, harus dengan Kamar Dagang Indonesia(Kadin),” ujarnya.

Sementara Hari Adam ketua Kadin Ciamis usai pelantikan saat diwawancarai awak media mengatakan.Sesuaai dengan arahan Ketum Kadin Propinsi Jabar dirinya mempunyai tugas berat dan besar yang salah satunya harus bisa menyatukan dan mensinergikan tentang bagaimana Kadin Ciamis dapat membentuk Pokja Investasi dan Pokja Vokasi.
Saat ini kata Hari Adam, yang dibutuhkan di Ciamis yaitu investasi, dan Kadin Ciamis sangat terbuka untuk investasi yang akan datang ke Ciamis.
Menurut Dia, tidak lama lagi di Ciamis akan ada exit toll dengan adanya jalan toll, merupakan salah satu keuntungan bagi kita, jadi kalau kita tidak siap, itu akan menjadi salah satu ancaman buat kita.Karena dengan adanya akses toll, orang itu mobilisasinya akan menjadi mudah yang dari Ciamis keluar mudah dan dari luar masuk ke Ciamis juga mudah.
“Jadi di Ciamis harus banyak suport-suport harus ada daya tarik yang menarik agar orang bisa masuk ke Ciamis.Dengan adanya exit toll mereka akan tertarik dan mudah masuk ke Ciamis dan itu merupakan sebuah keuntungan bagi kita,” tuturnya.
Menurut Adam, kalau di Ciamis tidak ada yang menarik, tidak ada pariwisata, tidak ada manufaktur tidak ada yang lainnya, orang yang akan masuk ke Ciamis menjadi sungkan atau juga mungkin orang Ciamis yang akan keluar atau pergi dari Ciamis.
Saat ditanya prihal investasi sedikit molor di Ciamis, Adam mengatakan mungkin salah satunya adalah dari segi Infrastruktur atau akses jalan.
Menurut Adan bagi mereka yang akan berinvestasi di Ciamis harus sudah mempersiapkan diri. Mereka harus sudah mempersiapkan lahan dan untuk lahan di Ciamis masih terjangkau dibandingkan dengan daerah lain, tapi karena akses jalan mungkin itu menjadi faktor penyebab tetapi jangan berlarut pada hal tersebut karena pemerintah pusat sudah mencanangkan terkait pembangunan jalan toll Cigatas yang salah satunya melewati wilayah Tatar Galuh Ciamis.
Dia mencontohkan kenapa wilayah utara jabar maju seperti Indramayu, Majalengka karena dengan adanya akses jalan tol memudahkan semua aspek manifaktur manifaktur, tempat pariwisata.
“Dengan mudahnya akses, itu akan menjadi adanya daya tarik untuk datang ke Ciamis, karena kalau aksesnya susah, mereka akan malas datang ke Ciamis tapi nanti dengan adanya akses jalan toll akan menjadi mudah orang akan datang atau masuk ke Ciamis di tambah Tanah di Ciamis masih murah dan SDM juga masih murah,” paparnya.
Saat ditanya media, maksud rovolusi produc lokal, Adam menjelaskan, saat ini banyak produk luar ketimbang lokal.
Nantinya KADIN akan mendorong agar produk dalam negeri jangan kalah sama produk luar.
“Ditengah persaiangan pasar, belakangan ini produk-produk luar hususnya China beberapa tahun ini produknya menguasai pasar di Indonesia dan sekarang kedepan mari berfikir bagaimana kita menguasai pasar di negara tercinta ini,” katanya.
“Menjadi kendala produk kita dalam segi kualitas masih kalah, bagaimana kita bisa menyaingi produk tersebut, nanti kita dorong UMKM agar produk-produk yang bisa dibeli harian bisa diproduksi akan lebih dipacu, seperti makanan ringan, cemilan, celana, baju dan yang lainya agar kualitasnya lebih baik,” tandasnya.
Jurnalis:Muhamad Rifai***
