Mediacyberbhayangkara.com. Bogor, Masyarakat Jatake Nutug, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terus mempertahankan tradisi budaya ‘Ngalokat Cai’ sebagai bentuk pelestarian sumber air.
Ritual ini menggabungkan kearifan lokal, gotong royong, dan rasa syukur atas kemakmuran air yang menjadi penopang kehidupan, terutama bagi para petani.
Kegiatan diawali dengan membersihkan lingkungan desa, termasuk saluran air dan selokan.18/5/2025
Pada puncak ritual, warga berkumpul di tepi sungai. Sesepuh desa, Abah Adih Goler, memimpin doa di hadapan tokoh masyarakat dan tamu undangan.
Rangkaian bunga tujuh rupa dan air kelapa muda menjadi simbol persembahan dalam ritual ini. Acara dilanjutkan dengan santunan anak yatim, tebar ikan, serta pertunjukan kesenian tradisional seperti Tari Jaipong dan Tari Ketuk Tilu, yang memeriahkan suasana.
Ketua Panitia Yosep, tradisi ini telah berlangsung turun-temurun hingga generasi keenam.“Tujuannya menjaga alam dan bersyukur atas melimpahnya air untuk pertanian dan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sesepuh Adat Abah Adih Gelar menekankan pentingnya mempertahankan budaya lewat pepatah Sunda, “Teteg nincakna, pageuh ngemingna” (teguh pendirian, kokoh pegangan)“Kita tidak boleh terbawa arus zaman. Warisan leluhur harus dipertahankan,”
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mencemari sungai dengan limbah.Tegasnya
Harapan Pengakuan Hukum Adat
Masyarakat Jatake Nutug berharap mendapat pengakuan resmi seperti di Sukabumi atau Banten Selatan.“Kami masih satu saudara dengan masyarakat adat Banten. Ini tentang jati diri dan penghargaan terhadap budaya,”
Ngalokat Cai bukan sekadar ritual, tetapi gerakan kolektif yang memadukan pelestarian alam, budaya, dan ekonomi pariwisata. Dengan semangat gotong royong, warga Jatake Nutug membuktikan bahwa kearifan lokal tetap relevan di era modern.ungkapnya
Yudi Santosa, selaku perwakilan Dinas Kabupaten Bogor, menyatakan dukungan penuh terhadap acara ini.“Ini bukti masyarakat bisa menjaga alam dengan tradisi yang telah berjalan ratusan tahun,” katanya.
PT Antam Tbk turut mendukung melalui program CSR. Munadji, perwakilan Antam, Bahwa keberadaan PT Antam Tbk sebagai BUMN mempunyai kewajiban untuk menjunjung tinggi kearifan lokal.
Jadi kegiatan hari ini tetap mendukung dan mensuport pestifal budaya terutama terkait dengan yang namanya”Ngalokat cai”
Kegiatan yg sekarang di selenggarakan dari pihak Antam Selalu di undang baik itu festival ataupun acara adat, Pihak Antam selalu mensponsori dalam setiap kegiatannya.
Kegiatan ini bagian dari agenda tahunan dari pihak antam selalu membantu dalam kegiatan yang ada,baik dari sisi kebutuhan maupun suport, ungkapnya
Dirinya berharap masyarakat semua dapat saling menyadari bahwa sungai cikaniki ini harus bersih, di rawat harus di jaga dari limbah dan sampah sampah yang ada,karena bukan hanya masyarakat bogor yang menggunakan sungai cikaniki tersebut akan tetapi masyarakat tangerang dan jakarta. Jelasnya
Kandi (Nkhan)
Supriatna (Botol)
