Kansaa Warga Desa Cimari Salah Satu Peserta Dari 11 Korban Meninggal Dunia di Sungai Cileueur Ciamis

Kansaa Warga Desa Cimari Salah Satu Peserta Dari 11 Korban Meninggal Dunia di Sungai Cileueur Ciamis

mediacyberbhayangkara.com – Ciamis – Nampak suasana haru dan sedih meyelimuti keluarga korban dan masyarakat saat almarhum Kansaa dikebumikan dipemakaman umum di Dusun Kulon Desa Cimari Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis, Sabtu (16/10).

“Puluhan warga sekitar mengiringi kepulangan Kansaa serta mendoakan agar arwah almarhumah menjadi ahli surga”

Kansaa Khairun Nissa satu dari 11 pelajar MTs Harapan Baru Cijantung korban yang meninggal akibat tenggelam dilewi Ili sungai C
Cileueur
di saat mengikuti kegiatan kepramukaan kepanduan susur sungai(bersih bersih sungai).

Ditemuai para wartawan dikediamannya seusai melaksanakan pemakaman.
Cece Sudrajat yang merupakan ayah kandung dari Kansaa Khairun Nissa, mengikhlaskan kepergian putrinya untuk selamanya. Ia melihat kejadian ini sebagai takdir dari sang pencipta.
Ia bersama keluarga mengikhlaskan kepergian Kansaa dan mungkin sudah menjadi suratan takdir ” ungkap Cece.

Kendati demikian Ia mengingatkan ke depan pihak sekolah agar lebih waspada dan selalu berkordinasi dengan pihak orang tua jika akan melaksankan pembelajaran ekstrakurikuler seperti kegiatan pramuka kepanduan (Susur Sungai) dan berhati-hati dalam kegiatan tersebut karena tidak semua siswa dan siswi mampu dalam melaksanakannya.

“Ia dan keluarga sempat mengenang kebersamaan dengan anak kesayangan itu, terakhir saat bersama keluarga berwisata ke Gunung Galunggung di Tasikmalaya belum lama ini,”singkatnya.

Sementara Mugianti Putri(23)kakak tertua Kanza kepada media menuturkan.
Dimata keluarga Kansaa sosok yang solihah pasalnya disaat kansaa lulus dari Sekolah Dasar Ia lebih memilih masuk ke Pondok Pesantren,Ya kami keluarga apresiasi Kansaa serta mengijinkannya untuk menimba ilmu agama di Ponpes Cijantung serta melanjutkan Sekolahnya di MTs Harapan Baru Cijantung.

Putri mengaku mendapatkan informasi bahwa Kansaa kena musibah dan meninggal dunia disaat mengikuti kegiatan sekolah dari media sosial yaitu Tiktok.

Di medsos Ia melihat dipapan nama tertara nama dan foto adiknya
” Awalnya tidak percaya tetapi setelah menghubungi pihak keluarga di Ciamis ternyata benar adiknya meninggal dunia,dari Jakarta bergegas pulang ke Ciamis ,” terang Putri.

Dimata sang kakak,Kansaa merupakan sosok yang selalu ceria serta humanis dan hobi makan seblak.

Atas kepulangannya yang begitu cepat karena usia baru 13 th, Ia dan keluarga sebelumnya tidak mendapatkan tanda tanda atau pirasat apapun karena Kansaa dalam keadaan sehat wal’apiat dan terakhir komunikasi dengan Kansaa beluma lama ini melalui virtual whats app.

“Keluarga sangat kehilangan tak menyangka akan pulang secepat itu dan kami menerima karena sudah menjadi takdir sang Ilahi serta mendoakan kansaa semoga tenang dan ada dalam Ridhonya Allah SWT, “tuturnya.

Ia menambahkan atas kejadian tersebut semoga menjadi bahan evaluasi bagi para pihak dan pemangku kebijakan agar dalam pelaksanaan pembelajaaran ekstra kurikuler itu lebih berhati hati lagi dan harus matang dalam perencanaanya agar tidak terjadi dikemudian hari musibah serupa.

“Kejadian musibah meninggal dunia akibat tenggelam di sungai Cileueur yang menimpa 11 orang siswa-siswi MTs Harapan Baru Cijantung diantaranya Kansaa saat mengikuti pembelajaran Extra Kulikuler,semoga musibah tersebut jangan sampai terulang kembali di kemudian hari ,”pungkasnya.

Seperti diketahui dari pemberitan sebelumnya ada 150 orang siswa-siswi MTs Harapan Baru Cijantung mengikuti kegiatan pramuka kepanduan susur sungai (bersih-bersih sungai).

Dari 150 orang siswa dan siswi MTs Harapan Baru Cijantung, 13 siswa tenggelam 2 orang selamat dan 11 orang dinyatakan meninggal dunia di sungai Cileueur leuwi Ili Dusun Wetan RT 01/01 Desa Utama Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis, Jumat (15/10/2021) pada pukul 15.30(red).

Muhamad Rifai

Tinggalkan Balasan