mediacyberbhayangkara.com – Bogor – Puncak Tradisi Ngabungbang Di Desa Cimande yang sudah berlangsung selama puluhan tahun tinggal dalam hitungan hari lagi, hal tersebut nampaknya membawa pengurus Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Buana Dc 52 Desa Cimande untuk bersilaturahmi Ke salah Satu sanggar Seni yang ada di Desa Wisata Religi Cimande Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, Minggu, (17/10/2021),
Lingkungan Seni Balad Cinta Budaya Cimande (BCBC) yang berada di kampung Nangoh Rt06/02 Desa Cimande menjadi tujuan silaturahmi pengurus KRL Buana Dc 52, bukan tanpa alasan Silaturahmi ke sekretariat Lingkungan Seni Balad Cinta Budaya Cimande Bertujuan untuk mempererat sinergitas antar organisasi yang ada di Wilayah Desa Cimande, hal tersebut dikatakan oleh Iyan Subyandi (pegiat Lingkungan) yang ditemui disela perbincangannya dengan Abdul Rohman (Pengasuh BCBC)

“Selain bersilaturahmi hal ini semoga dapat mempererat sinergitas lintas organisasi jelang tradisi Ngabungbang , kami sebagai penggiat kebersihan dan kelestarian lingkungan dengan Lingkung Seni BCBC sebagai pelestari Seni budaya tradisional Cimande,” Ungkap Iyan,
Sementara itu Abdul Rahman pengasuh Lingkung Seni Balad Cinta Budaya Cimande menyambut baik kedatangan dari pengurus KRL Buana Dc 52 ke Sekretariatnya, pria yang akrab disapa kang.Bejo tersebut mengapresiasi Misi KRL Buana Dc 52 yang ingin memadukan antara Kampung Ramah Lingkungan dengan Seni Tradisi Cimande,
“Progam KRL Buana Dc 52 saya nilai cukup bagus, terlebih dalam programnya KRL Buana Dc 52 memasukan unsur Seni Tradisi Cimande sebagai salah satu spot program Edukasi, tentu hal tersebut berbanding lurus dengan misi kami dalam upaya melestarikan tradisi Desa Cimande,” Kata kang.Bejo
Ketika disinggung terkait Lingkung Seni BCBC serta tradisi Ngabungbang Kang.Bejo menjelaskan,
“Lingkung Seni Balad cinta budaya Cimande didirikan sejak tahun 2017-2018 semoga keberadaannya mendapat kebarokahan dari para sesepuh Cimande sebagai salah satu penjaga Lestarinya Budaya Cimande, untuk tradisi Ngabungbang sendiri saya sebagai putra wilayah belum berani menjelaskan, karena menurut saya tradisi tersebut begitu sangat Sakral, tugas kami bukan menjelaskan tradisi ini, tugas kami adalah menjaga kelestarian segala bentuk tradisi desa Cimande agar tidak Tergerus oleh modernisasi,”
Jelas Abdul Rohman.
(Heri Faruk)
