KOMPETISI – Mediacyberbhayangkara.com – sedikitnya 44 kesebelasan, Kamis (1/6) pagi mulai bertandang dalam Kompetisi sepak bola ILC (Inad Luciawaty Rustam Cup) di Lapangan Persakem (Persatuan Sepak Bola Kembangan), Jakarta Barat. Guna mencari bibit-bibit muda sepak bola untuk diorbitkan ke tingkat yang lebih tinggi.
Turnamen dibuka secara resmi Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) PKS, DKI Jakarta, Khoirudin Hasan yang diikuti seluruh tim yang bertanding. Event ini diinisiasi Caleg PKS nomor urut tiga Dapil 10 Jakarta Barat, Inad Luciawaty yang juga isteri mantan Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendy yang kini jadi Ketua PMI DKI Jakarta.

Khoirudin menyambut gembira pelaksanaan turnamen ini. Ia berharap,nantinya akan lahir atlet-atlet muda potensial yang dapat diorbitkan ke jenjang selanjutnya. Membentuk spotifitas sejak dini, sehingga menciptakan anak-anak muda berkualitas untuk masa depan bangsa. “Selamat bertanding,” katanya singkat.
Seperti kita ketahui, kompetisi memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang pengembangan sepak bola. Mendorong peingkatkan skil karena adanya dorongan untuk mencapai tujuan dan mengalahkan pesaing. Memotivasi seseorang mengembangkan keterampilan, serta menempa menghadapi tantangan dengan tekad lebih besar.
Kompetisi juga memicu peningkatan kualitas. Saat bersaing dengan pesaing, mereka diharuskan untuk berinovasi, mengoptimalkan proses, dan menghadirkan yang terbaik kepada penggemar. Meski penuh persaingan, peserta dapat belajar bekerja sama, berbagi pengetahuan, atau menggabungkan keahlian mereka untuk mencapai tujuan.
Saat berlomba untuk menjadi yang terbaik, memacu peningkatan inovasi dan kemajuan. Mendorong ide baru, pengembangan teknologi, dan kemajuan dalam berbagai aspek sepak bola. Saat mereka memperkenalkan keahlian menginspirasi peserta lain untuk mengejar langkah yang sama.
Dalam konteks individu, kompetisi juga memberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan keahlian. Mengasah kemampuan, dan strategi, karenanya banyak yang bilang, memperoleh kesebelasan tangguh, hanya bisa dilahirkan lewat jenjang kompetisi yang baik, serta dilakukan secara konsisten berkelanjutan dari bawah hingga ke atas.
( sukirman)
