Gerakan Pemuda Islam (GPI) Menyelenggarakan Diskusi Terbatas Terkait Tragedi Duren Tiga

Gerakan Pemuda Islam (GPI) Menyelenggarakan Diskusi Terbatas Terkait Tragedi Duren Tiga

Mediacyberbhayangkara.com, Jakarta, Gerakan Pemuda Islam ( GPI ) Menyelenggarakan Acara Diskusi Terbatas Tentang Tragedi Duren Tiga pada Hari Rabu Tgl 31 Agustus pukul 15:00 Wib ,bertempat di Jln Menteng Raya no.58 Jakarta pusat ,

Berdasarkan hasil “Diskusi Terbatas” yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat
Gerakan GK Islam (PP-GPI). Menyikapi gonjang-ganjing kasus kematian
Brigadir Novriansyah Josua Hutabarat “Brigadir J”, yang menyeret 97 Personil
Polisi yang diduga terlibat dalam pembunuhan Brigadir J tersebut telah menyita
perhatian seluruh rakyat Indonesia.

Sebuah ukiran prestasi di atas seharusnya mendapatkan penghargaan dari
Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Karena sepanjang sejarah Institusi
Polri berdiri, belum pernah ada persekongkolan jahat yang begitu sistematis dan
masif serta melibatkan begitu banyak personil Polisi.

Semua ukiran prestasi
tersebut tidak bisa lepas dari faktor keberhasilan seorang pemimpin dalam
memimpin institusinya tersebut. Sebuah kiasan jawa menyatakan ”Anak Polah
Bopo Kepradah” yaitu, “apa yang dilakukan oleh seorang anak, akan
menimbulkan dampak yang harus ditanggung oleh bapaknya”. Begitu pula apa
yang dilakukan oleh bawahan akan membawa dampak bagi pimpinannya.

Selain itu, Instruksi Kapolri tentang pemberantasan perjudian termasuk juga
judi online yang kemudian beramai-ramai disambut oleh para Kapolda Se-
Indonesia yang melakukan penangkapan.

Anehnya adalah, kenapa para penjudi
tersebut tidak dari dulu ditangkap.? Kenapa harus menunggu ada instruksi
Kapolri baru beramai-ramai melakukan penangkapan.?

Apakah selama ini sudah
mengetahui tapi dibiarkan dan menunggu Kapolri mengeluarkan instruksi baru
ada tindakan penangkapan kepada para penjudi tersebut.?

Menyikapi hal tersebut di atas, maka berdasarkan hasil “Diskusi Terbatas” yang
dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam dengan ini :

1.Meminta kepada Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), untuk memberikan
penghargaan kepada Kapolri terhadap ukiran prestasi yang telah dicapai
dalam memimpin Kepolisian Republik Indonesia.

  1. Dalam rangka menyelamatkan Institusi Polri dan membersihkan Polri dari para mafia, maka kami meminta kepada Presiden Jokowi untuk segera menonaktifkan Kapolri dan membentuk Tim Independen.
  2. Untuk menghindari arogansi Polri, kewenangan dan kekuasaan Polri yang berlebihan. Maka kami meminta agar Polri menjadi di bawah Menteri Dalam Negeriatau Kembali di bawah Tentara Nasional Indonesia*.
  3. Mendukung saudara Ferdy Sambo untuk membongkar semua
    persekongkolan dan para mafia di internal Institusi Polri. Sehingga Polri
    benar-benar menjadi Lembaga penegak hukum yang bersih, humanis dan
    mengayomi seluruh masyarakat.

Sumber. ( Sekretaris GPI Khairul Amin ) / Rahmat Imran moderator )

Red. ( Romi )

Tinggalkan Balasan