Gerak Cepat, Polisi Tangkap Tiga Orang Pelaku Pengeroyokan Pemuda Disabilitas

Gerak Cepat, Polisi Tangkap Tiga Orang Pelaku Pengeroyokan Pemuda Disabilitas

Mediacyberbhayangkara.Com

Pangandaran, Jabar – Setelah menerima laporan pihak keluarga, Polsek Kalipucang langsung bergerak melakukan pengejaran dan menangkap tiga orang pria yang diduga pelaku pengeroyokan terhadap Songko Suhiono, pemuda penyandang disabilitas, Minggu malam (5/6/2022).
Ketiga pelaku tersebut ditangkap di rumah masing-masing dan langsung digiring ke Mapolsek Kalipucang.

Salah satu pelaku mengaku, pengeroyokan itu dipicu oleh ponsel miliknya yang sedang mengisi daya di pos ronda di Banjarharja, Kalipucang, diketahui hilang. Pelaku sempat memeriksa dua temannya namun ponsel tidak ditemukan hingga pelaku dan temannya bertemu korban dan menggeledahnya. Di saku korban, pelaku mengaku menemukan ponsel miliknya yang hilang.

“Saya sempat curiga ke dua teman saya dan memeriksa kantongnya tapi tidak ditemukan, saat bertemau dia (korban-Red) saya geledah dan menemukan HP saya di sakunya, kesal hingga memukulnya,” ungkap salah satu pelaku, Rizki Danur saat diwawancarai media.

Polisi sengaja menghadirkan korban untuk mengenali dan memastikan pelaku yang mengeroyoknya. Sementara Kasat Reskrim Polres Pangandaran AKP Luhut Sitorus saat diwawancarai media belum bersedia memberi keterangan resmi ketika awak media mencoba konfirmasi terkait dugaan pencurian ponsel hingga berujung pengeroyokan tersebut.

“Keterangan resmi lebih lanjut akan disampaikan langsung oleh Kapolres langsung di Polres Pangandaran,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Barat, Supriatna Gumilar menanggapi peristiwa pengeroyokan yang terjadi pada penyandang disabilitas di Pangandaran. Dia mengatakan penyandang disabilitas itu dilindungi undang-undang dan terbentuk komisi nasional disabilitas (KND), jadi Dia meminta aparat penegak hukum secepatnya menangkap para pelaku.

“Saya sebagai ketua NPCI Jabar yang menaungi penyandang disabilitas bidang olahraga, meminta kasus ini segera diproses secara hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia dan menangkap pelaku secepat-cepatnya” tegasnya Minggu (5/5/2022).

Dikatakan Supriatna Gumilar Sapaan Cuking, peristiwa seperti ini sangat miris apalagi terjadi kasus seperti ini di Indonesia bukan sekali atau dua kali, dan notabene si korban adalah disabilitas yang perlu dilindungi dan dijaga, akan tetapi ternyata malah terbalik. Orang-orang biadab apalagi tidak dikenal tega menyiksa korban dengan begitu brutal.

“Intinya, saya sangat mengharapkan kasus seperti ini menjadi perhatian khusus dari pihak Kepolisian Republik Indonesia,” tandasnya (Red).

Diketahui Songko Suhiono alias Tompel, merupakan warga Dusun Bulak Banjar, Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Jawa Barat, ditemukan babak belur ketika pulang bermain. Pria penyandang disabilitas tuna wicara itu, memberi bahasa isyarat kepada keluarga bahwa ia dikeroyok oleh dua orang pria yang tidak dikenal di jalan kampung di dekat rumahnya.

Keterangan korban ini diperkuat oleh saksi mata yang mengetahui pengeroyokan tersebut. Saat itu korban seperti biasa sering bermain berjalan kaki keliling kampung pada subuh hari. Ketika dalam perjalanan pulang, korban para pelaku dan mengeroyok korban hingga mengalami luka di bagian wajah dan tangannya.

Warga yang melihat kejadian itu, langsung memberikan pertolongan kepada korban ke puskesmas setempat. Sementara kedua pelaku sudah melarikan diri dan hingga kini masih dicari oleh warga dan keluarga korban. Kondisi korban sudah mendapatkan perawatan medis kini beristirahat di rumahnya. Berbekal keterangan korban dan saksi, pihak keluarga langsung melaporkan pengeroyokan tersebut ke Polsek Kalipucang,Polres Pangandaran.

Muhamad Rifai

Tinggalkan Balasan