FK Mabes Hadiri Halal Bihalal Keluarga Besar PSHT Rayon Bojong di Cengkareng

FK Mabes Hadiri Halal Bihalal Keluarga Besar PSHT Rayon Bojong di Cengkareng

Jakarta, mediacyberbhayangkara – Keluarga Besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Bojong Cabang Jakarta Barat yang dipimpin oleh Mbah Wagito mengadakan Halal Bihalal dengan tema ‘Mendidik Manusia yang Berbudi Luhur, Tahu Benar dan Salah’ di Jl. Pulo Nangka I RT. 002 RW. 02, Kel. Rawabuaya, Kec. Cengkareng, Minggu (26/05/2024) malam.

Berdiri sejak tahun 2000, Wagito mengatakan PSHT Rayon Bojong rutin mengadakan kegiatan sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun dengan acara yang berbeda. Diantaranya menyambut warga (murid) baru, halal bihalal dan merayakan hari kemerdekaan.

“Alhamdulillah, malam ini kita mengadakan halal bihalal. Memang kebetulan Rayon Bojong itu mengadakan acara sebanyak tiga kali dalam waktu satu tahun. Seperti sambut warga baru.., agustusan dan hari ini halal bihalal” ujarnya kepada awak media di lokasi.

Berbagai rangkaian dalam acara Halal Bihalal telah berlangsung dari Minggu (26/05) pagi. Ada acara sambutan, hiburan dari Campursari Bolodewe, Doa Bersama, Pembacaan Ayat Suci Alquran oleh Rohman, Tausiah dari KH. Muslihin S.Pdi dan menampilkan Atraksi Silat PSHT dari tingkat anak-anak hingga dewasa.

“Inti daripada acara Halal Bihalal ini adalah silaturahmi, dimana ikatan persaudaraan adalah yang utama bagi kita semua. Kemudian kegiatan organisasi ini adalah keiklasan, kedepannya menjadi lebih baik lagi di tengah lingkungan masyarakat” ucap Wagito.

Turut hadir dalam acara para pimpinan PSHT se-Jakarta Barat beserta warganya. Ketua Umum FK Mabes H. Kholil serta Korlap Sarkowi, Kornas Andi Mujiono beserta rombongan menampilkan Silat khas dari Madura. Selain itu hadir juga para tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Lebih lanjut, Andi Wijiono Kornas FK Mabes mengatakan bahwa PSHT adalah Pencak Silat asli khas Indonesia yang berpusat di Madiun sejak tahun 1922.

“Persaudaraan setia hati terate yang berpusat di madiun, ini seni beladiri asli khas Indonesia dari madiun. Ini condongnya ke persaudaraan, dimana salah satu ikatan tali batin yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Kedua olahraga, ketiga beladiri. Kesenian dan kebatinan” jelasnya.

Untuk diketahui, PSHT merupakan organisasi pencak silat yang tergabung dan salah satu yang turut mendirikan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada tanggal 18 Mei 1948. Pada Tahun 2016 tercatat PSHT diikuti sekitar kurang lebih 1 juta anggota, serta memiliki cabang di 236 kabupaten/kota di Indonesia, 20 komisariat di perguruan tinggi dan 8 cabang khusus luar negeri di Malaysia, Belanda, Rusia (Moskwa), Timor Leste, Hongkong, Korea Selatan, Jepang, Belgia, dan Prancis.

Dalam acara, salah seorang warga PSHT Rayon Bojong yakni Laras membacakan Mukadimah (Persaudaraan Setia Hati Terate) sebagai berikut :

Bahwa sesungguhnya hakekat hidup itu berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing menuju ke kesempurnaan, demikian kehidupan manusia sebagai makhluk Tuhan yang terutama hendak menuju ke keabadian kembali ke Causa Prima titik tolak segala sesuatu yang ada melalui tingkat ke tingkat, namun tidak setiap insan menyadari bahwa apa yang dikejar-kejar itu telah menyelinap dilubuk hati nuraninya.

SETIA HATI sadar meyakini akan hakiki hayati itu dan akan mengajak serta para warganya menyingkap tabir/tirai selubung hati nurani dimana “SANG MUTIARA HIDUP” bertahta.

Pencak silat salah satu ajaran SETIA HATI TERATE dalam tingkat pertama
berintikan seni olah raga yang mengandung unsur pembelaan diri untuk mempertahankan kehormatan, keselamatan dan kebahagiaan dari kebenaran terhadap setiap penyerang, dalam pada itu SETIA HATI sadar dan yakin bahwa sebab utama dari segala rintangan dan malapetaka serta lawan kebenaran hidup yang sesungguhnya bukanlah insan, makhluk atau kekuatan yang diluar dirinya. Oleh karena itu pencak silat hanyalah suatu syarat untuk mempertebal kepercayaan kepada diri sendiri dan mengenal diri pribadi.

Maka SETIA HATI pada hakekatnya tanpa mengingkari segala martabat –
martabat keduniawian, tidak kandas/tenggelam pada pelajaran pencak silat sebagai pendidikan ketubuhan saja, melainkan lebih menyelami kedalam lambang pendidikan kejiwaan untuk memiliki sejauh-jauhnya kepuasan hidup abadi lepas dari pengaruh
rangka dan suasana.

Sekedar syarat bentuk lahir, disusunlah Organisasi Persaudaraan “SETIA HATI
TERATE, sebagai ikatan antara saudara “SETIA HATI dan lembaga yang bergawai sebagai pembawa dan pemancar cita.

Demikian Mukadimah Persaudaraan Setia Hati Terate Semoga Allah SWT
senantiasa memberkati dan semoga warga dan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate selalu guyub rukun serta bermanfaat bagi warga dan masyarakat. Aamiin…Aamiin..Aamiin Ya Robbal Aalamiin.

(Sukirman)

Tinggalkan Balasan