mediacyberbhayangkara.com – Jakarta – Pernyataan Saudara Fadli Zon yang ramai di Media dan Media Sosial yang menyatakan bahwa Terorisme tidak ada dan hanya dibuat-buat harus saya tanggapi. Jangan sampai publik disesatkan oleh informasi tidak benar, menyesatkan dan menggiring opini bahwa terorisme tidak ada dan hanya dibuat-buat. Pernyataan hanya dibuat-buat ini juga sangat jelas mendiskreditkan Pemerintah dan Pihak Kepolisian, seolah pemerintah dan Kepolisian merekayasa tentang keberadaan terorisme. Saya harus menyatakan bahwa Fadli Zon meyesatkan dan sesat pikir.
Terorisme dan teroris itu nyata ada. Diseluruh belahan dunia teroris yng melakukan aksinya itu nyata dan bukan sesuatu yang dibuat-buat atau direkayasa. Di negara kita sendiri, aksi terorisme telah berulang kali terjadi dan yamg terbesar adalah Bom Bali yang menewaskan ratusan orang. Di Amerika menara Kembar runtuh dan menewaskan ribuan orang. Di Suriah, Libanon, Irak, Afganistan dan banyak negara telah menjadi korban dan merasakan betapa sadisnya perlakuan para teroris.
Aksinya nyata, korbannya nyata, baik itu korban meninggal maupun korban cacat seumur hidup. Semua nyata dan bukan rekayasa. Itulah makanya saya katakan bahwa Fadli Zon ini menyesatkan dan sesat pikir. Jangan-jangan Sdr Fadli Zon ini mendukung tindakan sadis terorisme dan mendukung para pelaku teroris sehingga juga meminta Densus 88 dibubarkan.
Saya berharap agar Partai Geindra dan Ketua Umun Gerindra Prabowo Subianto mengevaluasi keberadaan Fadli Zon sebagai Anggota DPR. Sikap Fadli Zon ini membahayakan masa depan bangsa dari ancaman serangan teroris. Saya heran mengapa Gerindra seperti membiarkan begitu saja kadernya memberikan pernyataan menyesatkan, apakah itu sikap Partai Gerindra? Apakah pengahapusan Densus 88 itu sikap resmi Gerindra sehingga Partai Gerindra membiarkan dan mendiamkan begitu saja?
(Red. MCB)
