17 views
Exsekusi Lahan Sengketa Kepemilikan di Desa Ciwareng Purwakarta

Exsekusi Lahan Sengketa Kepemilikan di Desa Ciwareng Purwakarta

mediacyberbhayangkara.com – Purwakarta – Proses eksekusi lahan di Desa Ciwareng Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta Kamis (30/9/2021) pagi diwarnai penolakan dari penggugat dan warga sekitar.

Diketahui, tanah tersebut terlibat sengketa kepemilikan pada generasi ketiga (cucu) keluarga penjual dan pembeli.

Deni Suteja pihak tergugat yang merupakan ahli waris pemilik sertifikat hak milik (SHM) mengatakan tanah yang digugat seluas 8.000 meter persegi.

“Dari 8.000 meter persegi ini dipecah jadi 6 SHM, yang SHM pertama memakai dasar jual beli mutlak dengan SPPT,” ujar Deni ketika diwawancara awak media.

Deni mengatakan, pihaknya dikalahkan di Pengadilan Negeri Purwakarta karena dianggap salah persil. Pada tahun 1997 terjadi pemekaran dari Desa Maracang menjadi Desa Ciwareng, sehingga berubah Persil, dari Persil 52 jadi Persil

Dari 8.000 meter persegi ini dipecah jadi 6 SHM, yang SHM pertama memakai dasar jual beli mutlak dengan SPPT,” ujar Deni ketika diwawancara awak media.

Deni mengatakan, pihaknya dikalahkan di Pengadilan Negeri Purwakarta karena dianggap salah persil. Pada tahun 1997 terjadi pemekaran dari Desa Maracang menjadi Desa Ciwareng, sehingga berubah Persil, dari Persil 52 jadi Persil 16

“Tetapi baik itu Persil 52 maupun Persil 15 datanya sama dengan di BPN Purwkarta yaitu lokasinya disini, pengadilan memenangkan penggugat karena Kepala Desa Ciwareng memberikan keterangan bahwa persil 52 ada di RW 03, sedangkan lokasi yang berperkara ini di RW 04,” kata dia.

Kendati demikian Deni menjelaskan, pihak kepala desa keliru memberikan keterangan karena pada saat menjabat tidak ada dokumen persil atas tanah tersebut karena tanah yang berperkara tersebut sudah berubah dokumen menjadi Daftar Himpunan Ketetapan Pajak dan Pembayaran (DHKP).

“Kami dianggap salah Persil, padahal di sertfikat ini sudah dibuktikan, dalam dua komuen bahwa ini Persil 52,” kata Deni.

Ia menjelaskan, jika keluarganya sudah menempati tanah tersebut selama 60 tahun, dan sudah disertifikatkan selama 28 tahun.

Diketahui, objek tersebut diputuskan dimenangkan oleh keluarga penggugat, dengan putusan Jo Nomor 93/PDT/2019/PTBDG. JO Nomor 535 K/PDT/2019

Pihak pengeksekusi lahan dari Pengadilan Negeri Purwakarta belum bersedia memberikan keterangan apapun terkait eksekusi sengketa lahan tersebut

Red. MCB

Tinggalkan Balasan