Mediacyberbhayangkara.Com
Ciamis, Jabar — Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) masyarakat, Pemkab Ciamis melalui Dinas Pendidikan kembali menggiatkan program Gerakan Masyarakat Ayo Sekolah (GEMAS).
Strategi akselerasi peningkatan RLS tersebut dilakukan melalui penandatanganan Komitmen bersama oleh Bupati Ciamis, beserta para stakeholder, Forkopimda, Kepala OPD dan instansi terkait lainya, pada Kamis (25/08) di Aula Sekretariat Daerah.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya dalam sambutannya menyampaikan untuk launching GEMAS sendiri sudah dilaksanakan pada tahun 2019, namun karena adanya pandemi, program tersebut menjadi vakum seiring dipendingnya berbagai kegiatan masyarakat.
“Kemarin tahun 2019, Pusat Kegiatan Belajar Mengajar atau PKBM ini sudah banyak terbentuk, tapi karena pandemi hampir semua PKBM pasif tidak melaksanakan kegiatan,” Ucapnya.
Dikatakan Bupati, GEMAS ini akan lebih difokuskan pada warga masyarakat Ciamis yang sudah lanjut usia namun belum selesai melaksanakan sekolahnya baik tingkat SD, SLTP maupun SLTA.
Oleh karenanya, Ia menegaskan perlu kebersamaan dan kolaborasi dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat untuk mensukseskan gerakan tersebut.
“Berikan masyarakat motivasi dan edukasi supaya mau dan mampu melaksanakan sekolah non formal,” Ujarnya.
“Jangan malu jangan minder belajar di PKBM, karena banyak diantara alumni PKBM yang berhasil,” Tegasnya.
Apalagi diterangkan Bupati Herdiat bahwa Rata-rata lama sekolah Kabupaten Ciamis masih berada di bawah rata-rata lama sekolah Jawa Barat.
“RLS kita saat ini sebesar 7,9 sementara RLS Jawa Barat sebesar 8,6 oleh karenanya kita masih berada dibawah target Jabar,” Tandasnya.

Sementara itu, Kadisdik Ciamis Asep Saeful Rahmat mengatakan kegiatan penandatangan komitmen bersama GEMAS ini dimaksudkan untuk membangun komitmen seluruh komponen baik pemerintah maupun stakeholder nya.
“Kami berharap pemerintah dan seluruh stakeholder dapat melakukan gerakan motivasi masyarakat berusia 25 tahun ke atas yang belum tuntas pendidikannya untuk kembali bersekolah melalui pendidikan kesetaraan baik Paket A, B dan C, ” Ucap Kadisdik.
Ia juga berharap dengan gerakan tersebut banyak masyarakat yang melanjutkan pendidikannya sehingga dapat meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten Ciamis sebagai kecakapan hidup dalam meningkatkan tarap ekonomi dan yang utama meningkatkan RLS Kabupaten Ciamis.

Sementara Lidinilah sebagai pengamat pendidikan seusai kegiatan saat diwawancarai media menuturkan, Ia mengapresiasi langkah pemkab Ciamis melalui Dinas Pendiidakan terkait upaya pemkab dalam mencerdaskan warga tatar galuh Ciamis.
Tentunya sebagai Akademisi memandangnya bahwa memajukan pendidikan merupakan tujuan dan kewajiban bagi seluruh bangsa sesuai dengan amanat UUD 1945.
Dalam menghadapi era four point zero(revolusi industri 4.0) dengan rata rata lama sekolah 7,9 setara dengan kelas 8, bagaimana kita akan menghadapi tantangan dan peluang di era tersebut. Untuk itu, sebagai pengamat pendidikan mendorong agar masyarakat rata rata tamat belajarnya tinggi minimal sampai kelas 9 hingga 12 tahun belajar atau setara dengan SMA.
Dengan daya saing yang begitu tinggi dimana mereka sudah siap dengan segala kompetensi yang di miliki, sedangkan kita belajar masih dibawah, bisa bisa daya saing kita tertinggal.
“Dari luar datang dengan kompetensi yang begitu siap, sedang kompetensi kita masih dibawah, di takutkan kita menjadi buruh di negara kita sendiri,” ujar Lidinillah.
Ia menambahkan, dari itu pilosofi pilosofi ini yang harus di bangun oleh seluruh komponen masyarakat, baik oleh pemerintah, akademisi, termasuk media sebagai bagian dari pentahelix.
Adapun technik dalam pelaksanaannya nanti, tadi telah di skemakan dalam rapat ,salah satunya berkolaborasi dengan Desa. Kenapa dengan Desa, karena Desa didalamnya ada perangkat dari mulai Kadus, RW, RT dan mereka akan lebih dekat dan tau dengan masyarakat,” tandasnya.

Pantaua media dalam kegiatan tersebut, turut hadir dalam acara tersebut 300 Orang Peserta meliputi tatap muka diikuti 150 orang. Terdiri dari Forkopimda, Pimpinan OPD, Perwakilan Akademisi, Perwakilan Media, Perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Camat, Penilik Kesetaraan dan APDESI. Sedangkan, yang mengikuti melalui Zoom meliputi Korwil Bidang Pendidikan, Ketua PKBM dan Penilik.
Diakhir kegiatan dibubuhkan dengan penandatanganan kesepakatan bersama untuk mensukseskan gelaran tersebut.
Muhamad Rifai
