mediacyberbhayangkara.com – Ciamis- Kelompok Petani Wannajaya kembangkan dan Edukasi produk Fermentasi Virgin Coconut Oil (VCO) Kepada Masyarakat di Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Senin (14/03/2022).
Rahman Taufik sebagai penasehat Poktan (Kelompok Tani) mempunyai tujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Jelat dengan cara mengembangkan produk minyak VCO.
Bahan dasar untuk membuat VCO ini hanya dengan parutan daging kelapa yang tua, Ada 3 cara pembuatan VCO tersebut yaitu dengan di fermentasi, centripugal dan di press, untuk metode fermentasi dan centripugal hanya membutuhkan santan kelapanya sedangkan untuk metode press membutuhkan parutan kelapanya untuk bisa menjadi minyak VCO.

Waktu proses untuk bisa menjadi minyak VCO dari ke-3 metode tersebut juga berbeda-beda, untuk proses fermentasi memerlukan waktu 36 jam , centripugal kurang dari 6 jam dan untuk di press hanya membutuhkan waktu 3 jam saja.
Metode Fermentasi tersebut bisa menghasilkan 3 produk sekaligus yaitu VCO, Minyak Goreng dan Galendo.
VCO tersebut sangat baik untuk kesehatan seperti menjaga kekebalan imun tubuh dan untuk minyak goreng tersendiri sangat berguna karna di Indonesia sekarang minyak goreng sudah sangat langka, Sedangkan untuk galendo bisa kita konsumsi untuk diri sendiri.
Untuk harga VCO ini yaitu 100 ribu lebih per liter dikarnakan banyaknya khasiat untuk kesehatan tubuh.
Rahman Taufik berharap VCO ini bisa memberdayakan dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar dimasa pandemi covid ini juga kedepannya bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).
“Saya pribadi berharap dengan adanya VCO ini bisa membantu memberdayakan juga meningkatkan ekonomi masyarakat disekitar juga untuk kedepannya semoga kita bisa bekerja sama dengan BUMDES Jelat,” Ujar Taufik.

Husain sebagai Patriot Desa Jelat pun mendukung dengan adanya pelatihan VCO ini, selain bisa membantu ekonomi masyarakat, VCO juga bisa dibuat dirumah masing-masing selain mudah dibuat juga tidak perlu memerlukan bahan dan alat yang mahal.
Husain juga berharap dengan adanya pelatihan VCO ini bisa memberdayakan Ibu-ibu rumah tangga , lansia supaya bisa berkontribusi untuk keluarganya dengan cara memproduksi VCO dirumah masing-masing dengan bahan dan alat yang ekonomis.
“Saya sebagai patriot di Desa Jelat sangat mendukung dengan program pelatihan pembuatan VCO yang diadakan oleh pak Taufik, selain bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat juga sangat mudah diproduksi dirumah masing-masing dengan bahan dan alat seadanya.”ujarnya
Neni (37) warga dusun Ragapulu juga sangat senang dengan adanya pelatihan ini, selain pengalaman pertama dan baru tahu apa itu VCO, Neni juga berharap Program ini bisa membatu ibu-ibu rumah tangga, sehingga bisa berkontribusi untuk keluarganya.
“Harapan saya setidaknya untuk pribadi masing-masing dulu dan dibikin dirumah, syukur-syukur bisa berkembang dan dijual juga bisa dijadikan swadaya masyarakat,”ungkapnya.
Taufik pun menambahkan, semoga VCO ini lebih berkembang dan bisa dijadikan ikon untuk Desa Jelat juga bisa bersaing dengan produk-produk unggulan lainnya.
(Ikbal/Rifa’i)
