Apresiasi Warga Setempat Kepada DPC IPJI Ciamis Atas Kepedulian Kepada Warga Miskin

mediacyberbhayangkara.com – Ciamis-Kartono yang merupakan ketua RT 01 RW 11 Dusun Cintaharja Desa Kertaharja Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis mengucapkan terimakasih kepada rekan media yang tergabung dalam organisasi IPJI Ciamis atas bantuan yang diberikan secara langsung kepada pa Narsim.

Hal tersebut diungkapkannya saat awak media mewawancarinya, Minggu(29/08).

Saat ini tutur Kartono Pa Nasim berdiam di wilayah RT 01/11 bersama saudara yaitu Bu Ninih suami dari pa Nana yang merupakan keponakan Narsim.

Sekira 6 bulan lamanya ia tinggal bersama keponakan setelah berpisah dan ditinggal mati Istrinya bu Siti belum lama ini.

Dijelaskan Kartono bahwa Pa Nasim kesehariannya pengrajin dan penjual bakul,kipas bambu(Hihid) dan anyaman bambu lainnya.

Beberapa hari kebelakang dirinya sakit dan dirawat oleh keponakan adapun untuk kebutuhan hidupnya dibantu warga setempat,”jelasnya.

Alhamdulillah saat ini kondisi pa Narsim berangsur membaik sudah bisa beraktivitas,seperti berjamaah sholat di masjid.

“Ia mengapresiasi baksos yang diberikan oleh rekan media yang tergabung dalam organisasi IPJI Ciamis yang secara langsung diserahkan kepada pa Nasim semoga Allah SWT membalasnya dengan pahala kebaikan, “singkatnya.

Ditemui dikediamannya Rukanda ketua RW 10 Dusun Cintaharja Desa Kertaharja menjelaskan bahwa pa Nasim berawal tinggal di RT 01 RW 10 Bersama Istri yang dinikahi secara Agama dan sekarang tinggal sendirin dan ikut keponakan di RT 01 RW 11.

Ia mengatakan bahwa pa Nasim hingga saat ini belum termasuk warga dengan domisili Dusun Cintaharja Desa Kertaharja karena belum mengurus administrasi kependudukan.

Dari informasi yang didapat pa Nasim masih termasuk warga Desa Kertabumi

Kendati demikian untuk membantu kesehariannya kami bersama warga selalu bergotong royong alakadarnya untuk meringankan beban pa Nasim.

Saat ditanya apakah pa Nasim mendapatkan bantuan program pemerintah ia mengatakan untuk di Desa Kertaharja tidak mendapatkan karena untuk mengajukan program dari pemerintah pa Narsim harus mempunyai Kartu Tanda Penduduk setempat.
Meskipun tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah,masyarakat sekitar secara sukarela aktif membantu pa Nasim juga dari pemerintah desa juga ada , “pungkasnya.

Lilis ( 31) warga setempat saat di wawancarai media mengatakan pa Nasim hidup sebatang kara karena belum lama ini ditinggal mati sama istrinya.

Saat ini tinggal bersama keponakannya yaitu Bu Ninih atau pa Nana dan sekarang menempati kios tempat suami bu Ninih bekerja.

Diketahui dari istri pertama bahwa pa Nasim mempunyai seorang anak diwilayah Dewasari namun menurut info anaknya tidak sehat dan dari istrinya yang meninggal dia mempunyai seorang anak lagi lagi anaknya tidak sehat,jadi pa Nasim ikut kepada keponakannya karena pa Nasim tidak mempunyai tempat tinggal

“saat ini menempati kios keponakannya karena tidak memiliki tempat tinggal,untuk kebutuhan hidup dan disaat sakit pa Nasim dibantu sama warga setempat,”jelasnya.

Muhamad Rifai

Tinggalkan Balasan