Mediacyberbhayangkara.Com
Ciamis, Jabar — Kongres Perempuan Indonesia pada Tahun 1928 menjadi cikal bakal diperingatinya Hari Ibu di Indonesia. Tujuan diadakannya kongres untuk mempersatukan seluruh organisasi perempuan dalam suatu badan federasi tanpa memandang latar belakang agama, politik, dan kedudukan sosial dalam masyarakat. Kongres pertama menjadi puncak dari kesadaran berorganisasi perempuan indonesia dalam memperjuangkan hak – haknya. Dari masa ke masa perempuan Indonesia selalu berpartisipasi dalam perjuangan memajukan bangsa dalam berbagai bidang dan tidak hanya didalam keluarga tetapi dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Peringatan Hari Ibu yang ke-94 Tahun 2022 Tingkat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis digelar secara sederhana dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Nasional dan Hari Bela Negara Ke 74.
Kegiatan upacara tersebut, dilaksanakan di Halaman Kantor Desa Baregbeg dengan Inspektur Upacara Camat Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis Hj Syarifah. AP,.SH, Kamis (22/12/2022).
Hadir dalam upacara Peringatan Hari Ibu ke-94, Muspika Kecamatan Baregbeg, para ASN Kecamatan , Para Kepala Desa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat dan Organisasi Kemasyarakat yang ada Kecamatan Baregbeg.
Bertindak sebagai Komandan Upacara Srikandi Polwan Polsek Ciamis Briptu Mety Dwi Meirisa SH, yang diberi tugas sehari hari sebagai Babinkamtibmas Desa Saguling, Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.
Adapun perwira upacara diisi oleh perempuan dari Ormas FKPPI.
Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro SH.,S.IK., MT, melalui Kapolsek Ciamis Kompol Ismet Inono SH, saat diwawancarai awak media mengatakan, kegiatan upacara dalam rangka hari ibu pada tahun 2022, ini peringtaan yang ke – 94.
Dikatakan Kompol Ismet, momentum Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember merupakan bentuk pengakuan serta penghargaan atas perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa. Tanggal ini dipilih untuk menghormati Kongres Perempuan 1 di Yogyakarta pada Tahun 1928 yang merupakan awal bangkitnya gerakan perempuan Indonesia. Maka dari itu, Peringatan Hari Ibu di Indonesia bukanlah Mother’s Day, melainkan momentum untuk mendorong perempuan Indonesia menjadi perempuan yang berdaya dan setara kedudukannya.
“Jika kita melihat sejarah, tentunya perjuangan para perempuan bukanlah hal yang mudah. Namun perempuan-perempuan Indonesia dengan gagah berani menembus batas-batas sosial, bersuara untuk memperjuangkan hak-hak kaumnya, dan bersama dengan kaum laki-laki, meraih kemerdekaan,” kata kapolsek Ciamis Kompol Ismet Inono.

Kompol Ismet, menambahkan, dalam upacara tersebut, ini berbeda dengan upacara hari-hari nasional pada umumnya. Hal ini disebabkan karena para petugas yang bertugas dalam upacara peringatan hari ibu, seluruhnya kaum perempuan.
“Para petugas upacara dalam peringatan hari ibu ke 94, Seluruhnya kaum Ibu atau perempuan,” tandasnya.
Muhamad Rifai
