Mediacyberbhayangkara.com – Jakarta Pusat – Moeldoko Center bersama DPP Gerakan Perjuangan Masyarakat rulalisme menggelar Halal Bihalal dan Silahturahmi Kebangsaan Lahirnya Pancasila di Taman Lapangan Banteng Sawah Besar Jakarta, pada hari Senin, 13/6/2022. Yang dihadiri seluruh anggota DPP GPMP dengan menjalankan protokol kesehatan 5 M.

Dalam agenda Halal Bihalal DPP GPMP dan Moeldoko Center dihadiri langsung oleh Moeldoko Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Moeldoko S.I.P yang saat ini menjabat sebagai Kepala Staff Presiden RI. (Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo), Trisya Suherman SE, CWC, DIPL CIDESCO (Ketua Umum Moeldoko Center), Andi Azwan, MBA (Sekjen Moeldoko Center) maupun pengurus-pengurus DPP GPMP dan ormas-ormas relawan Jokowi lainnya.
Selain dari adanya acara penampilan tarian kolosal 500 penari juga dibuka oleh menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama dan komitmen & doa lintas 5 agama bersama 5 tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu. Adapun pesan tersendiri melalui kata sambutan Moeldoko menyampaikan bahwa Untuk menjaga bangsa dan negara ini, jangan pernah lelah merawat, menjaga dan memelihara kebangsaan kita, kita paham ditengah-tengah lingkungan hidup seperti saat ini dan dinamika perpolitikan nasional. Pancasila sebagai ideologi negara sebuah ideologi yang terbuka menghadapi berbagai tantangan, tetapi kita tidak boleh gentar. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan. Apakah itu ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Bahkan pertahanan dan keamanan.

Kita anak-anak muda diberi ruang untuk berkreatifitas, berinovasi, menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara, Untuk itu sekali lagi acara seperti ini perlu dikembangkan dari waktu ke waktu agar bangsa ini selalu ingat bahwa didalamnya kita harus merawat, menjaga, dan memelihara kebangsaan kita perlu diperjuangakan. Berikutnya saya berharap kita semuanya membangun sebuah solidaritas nasional, Bung Karno menitipkan satu kata yang indah yaitu gotongroyong. Apapun situasi dan tantangan bangsa ini. Dengan gotongroyong bisa kita selesaikan dengan sebaik-baiknya.
Sebuah pesan moral yang perlu dan harus kita rawat bersama bahwasanya jangan lagi berbicara pluralisme itu basa basi, pluralisme yang sesungguhnya itu kita berbicara masalah minoritas dan mayoritas”, tutupnya.
Trisya Suherman sebagai ketum Moeldoko juga menyampaikan melalui wawancaranya dihadapan rekan-rekan media elektronik bahwa “dalam halal bi halal hari ini juga merayakan kelahiran pancasila di bulan Juni ini dan kebetulan temen-temen dari gerakan masyarakat, pejuang pluralisme menghadirkan Moeldoko disini dan menjadikannya sebagai Bapak pluralisme memang kenyataannya Beliu Moeldoko ini sangat layak mendapatkan predikat dari seluruh elemen masyarakat manapun atau agama manapun dikarenakan beliau selalu menjaga komitmen untuk mempererat persatuan dan kesatuan Indonesia agar tidak adanya terpecah belah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.” tutupnya.
Red
