Mediacyberbhayangkara.com – Cigudeg, Bogor.- 5/8/2025. Program Satu Milyar Satu Desa (Samisade) atau yang sekarang berubah nama jadi Bantuan Keuangan Infrastruktur Desa (Bankeu) APBD Kabupaten Bogor, dimana program anggaran dana yang diharapkan dapat memperbaiki bidang infrastruktur disetiap desa yang ada di Kabupaten Bogor tersebut, sudah berjalan dan hampir seluruhnya telah direalisasikan.
Samisade harus dikelola dengan baik, transparan dan akuntabel, mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan, dan pertanggung jawaban, supaya bermanfaat sesuai tujuan dan harapan.
Samisade atau Bankeu merupakan program strategis dan sangat dibutuhkan masyarakat, jangan sampai mengakibatkan ada kepala desa yang terjerat hukum karena lalai, tidak profesional, tidak transparan dan akuntabel.
Seperti Halnya Pemerintah Desa Banyu Resmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor telah merealisasikan Program SAMISADE atau BANKEU Kabupaten Bogor yang dikerjakan dengan membangun Hotmix Jalan Desa dengan Anggaran Sebesar Rp. 600.000.000.00 (Enam Ratus Juta Rupiah) Mulai dari tahap I dan II yang di keluarkan APBD kabupaten dengan volume P.1000 M, L.2,5 M, T.0,02 cm yang berlokasi di Kp Lemah Beureum RT 003/004 Dan Kp Citempuan Rt 001/009 ,Desa Banyu Resmi,Kecamatan Cigudeg terlihat sangat di diragukan dan diduga tidak sesuai spek dan terkesan asal–asalan “Yang Penting Jadi”. karena diduga Pemasangan Batu pondasi untuk Drainase terlihat tidak digali dan pengaspalan jalan hotmix nya pun cenderung tidak akan bertahan lama yang merupakan bahan material yang digunakan tidak memenuhi standar.
Pekerja tersebut mengatakan bahwa “Kami hanya Mengerjakan pak, gimana perintah para pelaksana saja, Kalo untuk bahan material Kami seadanya saja, apa yang dikirim bahan material nya ya kami kerjakan dan di pasangkan, coba tanyakan ke sekdes atau staf lainya untuk lebih jelasnya Karena Kalo kepala Desanya Jarang ada di kantor”. Ucapnya kepada Media
Latif salah satu staf Desa Banyu Resmi Saat di dihubungi Melalui pesan Whatsapp Mengatakan Saya Masih di luar kang, Nanti aja kita ketemu di desa, kebetulan kami sama pak sekdes sedang berbagi tugas ada acara di rangkas sama kecamatan, gak usah khawatir saya mah welcome kang kalo sama-sama rekan media kalo kebetulan lagi di desa mah. Ucapnya
Namun Hingga saat ini, Latif Staf Desa Banyu Resmi di duga menghindar dan tidak mau balas pesan WhatsAp ketika mau di konfirmasi lebih lanjut oleh awak media.
Pantauan Awak Media di lapangan Pada Senin (4/8/2025) pengerjaan Hotmix Jalan dan Drainase yang diperkirakan belum selesai tersebut kondisinya terlihat tidak kokoh, bahkan dikerjakan dengan asal-asalan, karena diduga tidak sesuai spesifikasi dan pemasangan pondasi nya pun tidak digali hanya di tempel, patut diduga ini akal-akalan dari pemborong atau oknum pekerja untuk meraup keuntungan.
Dugaan tersebut terjadi ketika awak media melakukan investigasi di lokasi kegiatan dan hasilnya, sangat mengecewakan dikerjakan secara asal-asalan atau asal jadi.
Disinyalir pelaksanaan pengerjaan Hotmix Jalan di Desa Banyu Resmi tidak sesuai dengan perencanaan-nya, pasalnya pada bagian pasangan batu pondasi hanya ditempel tanpa digali dan pengaspalan hotmix nya pun cenderung terlihat tidak akan bertahan lama.
Sudah selayaknya pihak-pihak yang terlibat menaungi Program Samisade atau Bankeu, melihat serta meninjau langsung setiap penggunaan anggaran juga pengerjaan pembangunannya, jangan sampai program yang setiap tahun ini, dijadikan ajang manfaat, dengan dikerjakan asal-asalan, sehingga dijadikan keutungan pribadi bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kandi (Nkhan)
